Seorang pemuda dengan perasaan berdebar dan berbunga-bunga datang ke rumah wanita yang selama ini sangat dicintainya untuk keperluan melamar. Dan berikut adalah dialog antara si pemuda dan si calon mertua.
calon mertua : ada keperluan apa ya?
Pemuda : maaf pak, saya datang kemari dengan tujuan mulia guna meminang putri bapak yang selama ini sudah sangat saya cintai melebihi cinta saya pada diri sendiri.
Calon mertua : oh jadi begitu
Pemuda : iya pak, memang jadi begitu
Calon mertua : mmmhh, tapi ngomong-ngomong, mas ini kerja apa ya?
Pemuda : saya tidak bekerja pak….
Calon mertua : mmmhh, sebenernya mas ini tampan, sangat tampan malah, sangat serasi lah dengan putri saya yang juga sangat cantik, tapi gini ya mas, saya tidak bisa menyerahkan nasib dan kebahagiaan putri saya di tangan pemuda ganteng yang masa depannya tidak jelas seperti anda, jadi mohon maaf sebelumnya saya tidak bisa menerima pinangan saudara, kecuali mas kerja.
Begitulah, si pemuda akhirnya pamit pulang dengan perasaan remuk redam dan dilema diikuti tatapan putus asa sang kekasih yang juga sangat mencintainya dari balik jendela kamar. Si pemuda dengan perasaan hancur berpikir bahwa demi sang kekasih tercinta dia harus segera mencari ijasah perguruan tingginya yang sudah lama hilang entah kemana, memulai menulis surat lamaran kerja dan meninggalkan semua perusahaan besar yang selama ini telah dengan susah payah dia bangun dan dia kembangkan serta menelantarkan nasib puluhan ribu pegawai yang bekerja padanya.
Yeah, kemungkinan seperti itulah yang bakal menimpa anda kalau anda memutuskan untuk menjadi seorang pengusaha, hanya anda dan Allah lah yang menjamin nasib dan masa depan anda.
eniwey, cerita cuma saya karang sendiri, udah malem, musti bikinin design buat klien, Selamat malam dan selamat tidur semua





