listen, mario teguh wannabe pengen ngomong :
imagine, hha, anda sedang manghadapi ujian yang soalnya terdiri dari dua bagian. bagian satu berisi soal essay yang banyak dan panjangnya kek orang lagi ngantri zakat dan bagian kedua terdiri dari soal hitungan dimana disitu anda disuruh mencari jarak antara dua got (ngapain coba?)
saking yakinnya anda mengerjakan UTS karena openbook, anda kurang teliti. anda mengerjakan UTS dengan hati riang gembira, dan anda merasa terkejut karena anda menyadari bahwa waktu yang tersisa tinggal plus minus 10 menit lagi sementara anda masih berkutat di soal bagian satu. yeah tak bisa dipungkiri lagi bahwa anda mungkin merasa, voila inilah saatnya untuk menjawab soal hitungan dengan menembak jawaban, samain dengan contoh soal yang ada pada buku, just do it or never.
lalu andapun menyalin jawaban contoh soal pada lembar jawab ujian tanpa perlui menghitung lagi, toh mirip-mirip ini, anda mengerahkan segenap sisa kekuatan jari jemari anda, berpacu dengan waktu, namun disini anda adalah kudanya (OOT) dan yea, you did it, anda berhasil, anda lihat waktu di telepon genggam anda, pukul 16.06. anda merasa aneh karena waktu sudah lewat dari batas yang ditentukan namun jawaban belum juga dikumpul, sedangkan teman anda yang lain terlihat masih asik dengan lembar jawaban anda, sedang anda terlihat terengah-engah.
curiga, andapun kembali melihat soal dan menyadari bahwa di soal tersebut tertulis :
waktu ujian : 14.00 – 16.30
disaat seperti ini lah anda merawa bahwa judul postingan ini seharusnya adalah NGEPET jilid dua, anda masih ingat jilid satu? NGEPET jilid satu menyebabkan penulis blog ini tidak lulus, maka penulis cukup bijak untuk memberi judul lain. disaat seperti itulah anda akan berpikir bahwa lebih baik menghubungi orang yang selalu anda nantikan keberadaanya, baik nyata, suara maupun karakter dalam lcd handphone anda.
quote of the day
terlalu santai terkadang membuat anda menjadi orang yang terlalu terburu-buru






