Posts Tagged 'emas'

untung dan investasi

dulu ada orang yang menawarkan kepada saya, pin ngapain investasi reksadana, mending kamu investasi di emas. nilainya terus naik.

jika seseorang membeli rumah pada tahun 1980 seharga 50 juta, lalu pada tahun 2011 sekarang ini rumahnya telah bernilai 200 juta. apakah dengan begitu dia untung 150 juta? untung dari mana? lha wong rumahnya ya itu itu aja. secara logis malah rugi karena kamu bayar pajak tiap tahun dari tahun 1980 sampai tahun 2011.

jika oke kamu membeli emas, katakanlah 1 kg tahun 1996 seharga 25 juta, dan sekarang harganya 1 kg 500juta, apakah dia untung 475 juta? padahal emas nya dari pertama dia beli sampai sekarang masih tetep satu kilo, enggak berubah jadi dua kilo.

secara logika emas anda justru berkurang karena dalam islam harta yang disimpan itu ada zakatnya, ada sebagian hak kaum miskin sebesar 2.5 persen, nisab atau harta yang harus dikeluarkan zakatnya adalah 20 dinar (85 gram emas) jadi kalau kita punya 20 dinar, kita harus keluarin zakatnya. itulah makanya dalam islam dianjurkan untuk tidak menimbun harta, tapi investasi pada sektor riil, agar kesejahteraan merata. tidak dipegang kaum yang kaya saja.

lantas apakah membeli emas atau rumah bisa disebut investasi? ya tergantung by definition dari investasi itu menurut anda sendiri :) . kalo menurut saya sih, emas atau asset seperti rumah itu cuma sebagai penjaga nilai dari harta anda aja, proteksi, guardian of value. melindungi kemampuan daya beli harta anda terhadap komoditas. melindungi harta anda dari inflasi.

terus untung itu gimana? kalo menurut saya sih untung itu kalau kita beli kambing dua, jantan dan betina (asumsi kambingnya nggak homo atau lesbi) terus mereka menikah dan memiliki anak dua, lalu anaknya menikah lagi sehingga si kambing punya cucu, dan beranak pinak seterusnya sampai 100 ekor, itulah yang saya sebut sebagai untung 98 kambing, dikurangi ongkos makan makan dan tempat tinggal (ongkos produksi).

apa itu untung? kalo kita nanem 100 batang padi dari 100 biji padi, lalu tiap padi ngeluarin 100 padi, terus kita panen 10.000 padi, itulah untung kita 10ribu dikurangi 100 padi dikurangi ongkos produksi.

so bagi yang udah dapet gaji sudah saatnya bagi anda untuk memproteksi kerja keras anda :)

wassalam

sumber pendukung : mbah google

tipu daya uang kertas

Ketika menggunakan uang kartal sebagai acuan atau patokan nilai maka terjadi hal-hal berikut :

  1. Harga-harga naik padahal pada hakikatnya tetap atau turun
  2. Gaji/penghasilan naik padahal pada hakikatnya turun
  3. Kondisi makin makmur padahal makin miskin

Harga-Harga Naik Padahal Pada Hakikatnya Tetap atau Turun

Setiap orang pasti merasakan naiknya harga-harga barang, sayangnya di sekolah dan media-media diberitahukan kalau kenaikan ini terjadi karena inflasi (harga barang naik). Padahal bukan harga barang naik tapi daya beli uang kartal yang kita pegang turun.

Dengan memakai sistem uang kartal buatan yahudi ini yang nilainya turun terus, seolah-olah harga barang seperti naik terus. Padahal dalam ekonomi Islam tidak ada istilah inflasi karena dalam sistem keuangan Islam menggunakan dinar dan dirham sebagai alat bayar yang stabil.

Sebagai contoh bisa dilihat dari contoh-contoh sebagai berikut :

Tabel Perbandingan Harga Telur Tahun 1975, 1985 & 2010

Pada tahun 1975 harga sebutir telur rp 10, kemudian pada tahun 1985 harga sebutir telur naik menjadi rp 100 dan pada tahun sekarang 2010 harga sebutir telur naik lagi menjadi rp 1000. Padahal telur itu ya tetap, tidak berubah-ubah tapi koq kenapa harganya jadi berubah jadi naik terus?

Kira-kira berapa harga 1 butir telur 5 tahun ke depan? Ada 2 kemungkinan yang terjadi yaitu nilai angka di uang kertasnya diperbanyak dan gambarnya diubah (biar tidak kelihatan sama) atau telurnya diperkecil.

Sebagai  contoh yang lain adalah Perbandingan ONH (Ongkos Naik Haji) :

Dilihat dari tabel di atas, kalau menggunakan parameter (acuan) uang kartal maka biaya ONH dari tahun 1996 ke 2010 naik 493 % (hampir 5 kali lipat). Sedangkan kalau parameternya dinar malah turun 59 % (turun lebih dari ½ kali).

Gaji/Penghasilan Naik Padahal Pada Hakikatnya Turun

Dalam ekonomi sekuler, untuk melihat tingkat kemakmuran suatu negara dilihat dari PDB per kapita (Pendapatan per kapita) dengan mengacu kepada uang kartal (dollar/rupiah). Kenaikkan pendapatan per kapita suatu negara dianggap sebagai suatu hal positif.

Padahal pendapatan seseorang naik dalam rupiah/dollar tapi ketika dikonversi ke dinar (emas) pendapatannya malah turun. Inilah sistem keuangan sekuler yang menipu dengan uang kartalnya.

Dalam sistem ekonomi sekuler, kenaikkan upah tidak sebanding dengan Inflasi (tergerusnya nilai/daya beli uang) sehingga terjebak ke dalam permasalahan yang tidak ada ujung pangkalnya (krisis ekonomi).

Sebagai bukti, bisa dilihat dari tabel di bawah ini :

Dilihat dari tabel di atas, kalau parameternya uang kartal maka gaji pembantu naik 15 kali lipat (dari 20.000 menjadi 300.000) dan pegawai swasta naik 7,5 kali lipat (dari 400.000 menjadi 3.000.000). Padahal kalau memakai parameter emas (dinar) maka penghasilan pembantu turun 1/10 kali dan gaji pegawai swata turun 1/20 kali.

Bisa dilihat dari tabel bahwa gaji pembantu tahun 1975 sama dengan gaji pegawai swasta tahun 2010 yaitu 10 gram emas. Jadi, sebenarnya tahun sekarang ini lebih miskin daripada tahun 1975.

Tipu daya uang kartal bisa dilihat juga dari kenaikkan UMR (Upah Minimum Regional) dengan parameter (acuan) uang kartal.

Jika dikonversi dengan rupiah, nilai UMR terus meningkat dari waktu ke waktu. Sebagai perbandingan, nilai UMR DKI jakarta tahun 2000 sebesar Rp 344.257 dan UMR DKI tahun 2009 adalah sebesar Rp. 1.096.865 atau naik 319 % (3 x lipat lebih).

Ketika  dikonversi dengan dinar malah turun. Pada tahun 2000 , UMR yang diterima pekerja masih cukup untuk membeli 1 ekor kambing atau 1 keping dinar dan masih menyisakan sejumlah uang tapi sekarang tahun 2009 sudah tidak bisa lagi.

Kondisi Makin Makmur Padahal Makin Miskin

Dalam sistem sekuler, untuk mengukur kemakmuran suatu wilayah, dilihat dari PDB (Produk Domestik Bruto) atau Pendapatan per Kapita. Nilai PDB ini mengacu kepada uang kartal yaitu dolar us. Dari grafik dan tabel di bawah ini bisa dilihat perbedaan PDB dengan acuan uang kartal dan dinar emas.

Perhatikan PDB dalam US$ di grafik tersebut, dengan ukuran (acuan) uang kartal nampak kenaikan PDB (Produk Domestik Bruto) dari US$ 1,237 (2005) menjadi US$ 1,600 (2009). Kalau diukur dengan dinar, ternyata malah turun dari 20 dinar (2005) menjadi 11 dinar (2009). Di sinilah tipu daya uang kartal.

Kesimpulan

Kalau parameter suatu sistem salah maka keseluruhan sistem akan salah. Jadi, kalau parameter sistem muamalah (perdagangan) itu bukan dengan dinar emas dan dirham perak maka keseluruhan sistem akan salah dan menipu.

Subhanallah, Allah Swt telah menciptakan emas dan perak sebagai tolok ukur/parameter/acuan sistem muamalah dalam menilai barang dan jasa sehingga terciptanya keadilan bagi seluruh umat manusia.

sumber : http://warungghuroba.wordpress.com/2010/07/22/37/

riba

syahdan, pada jaman dahulu kala :P , katakanlah pada tahun 1980 hiduplah keluarga kecil yang sangat miskin, terdiri dari seorang ayah yang sakit-sakitan, dan seorang bayi yang masih, yaaa masih bayi lah. ibu dari bayi tersebut telah meninggal akibat melahirkan bayi tersebut. meskipun miskin keluarga kecil tersebut memiliki sapi yang sangat gemuk dan sehat. itulah harta mereka satu satunya.

pada suatu hari si Ayah telah merasakan bahwa umurnya tidak akan panjang lagi, sementara itu dia memiliki anak yang masih bayi. maka si Ayah mendatangi adiknya (paman si bayi) untuk menitipkan anak satu satunya tersebut. sambil batuk batuk seperti di sinetron beliau berpesan kepada adiknya “dho (sebut saja nama adiknya ridho :P ) ! umur kakak tidak akan lama lagi, uhuk uhuk, kakak titip bunga ya (sebut saja nama bayinya bunga) jagalah dia sampai dewasa, sebagai warisan, jual lah sapi kakak, simpan uangnya, dan berikan ketika dia sudah dewasa dan mengerti uang buat bekal dia. lalu si Ayah meninggal di pangkuan si paman.

mengikuti wasiat kakaknya, si paman menjual sapi yang gemuk tersebut seharga satu juta, dan menyimpan uangnya untuk diberikan kepada bunga ketika nanti dia sudah dewasa.

20 tahun kemudian pada tahun 2000

si bunga tumbuh menjadi gadis dewasa yang cantik dan banyak teman, si paman yang memegang amanah tersebut merasa bahwa sekarang lah waktunya untuk memberikan harta warisan peninggalan ayah bunga. maka si paman memanggil bunga dan berkata :

“bunga, ketika ayahmu meninggal, dia menitipkan uang hasil penjualan sapi kepadaku untuk diberikan kepadamu ketika kamu sudah dewasa, paman merasa bahwa sekarang kamu telah cukup dewasa, dan sekaranglah saatnya bagi paman untuk menyerahkan uang satu juta itu padamu”

“uang satu juta jaman sekarang buat apa paman?” kata bunga

“yah, lumayanlah, kamu bisa lah traktir hanamasa buat temen-temen kamu ber delapan” pamannya menjawab.

–END–

itulah salah satu contoh sederhana dari riba, sapi duapuluh tahun yang lalu katakanlah satu juta, sekarang harganya sudah 10 juta. itu terjadi karena adanya inflasi, inflasi terjadi karena adanya riba, atau membungakan pinjaman, sedangkan semua bank diseluruh dunia ini membungakan pinjaman.

berbeda kalau dengan menggunakan emas, kambing pada jaman Rasulullah harganya satu dinar, sekarang pun harganya kira kira masih satu dinar.

1 dinar = 4.25 gram emas 22 karat

“…padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba serta menyuburkan sedekah…”

uang kertas dan emas

ada seseorang yang mengatakan di dalam blognya bahwa sekarang ini nilai uang kertas adalah semu, apalagi dolar amerika, dahulu untuk setiap uang kertas yang dikeluarkan oleh bank central ada emas yang disimpan sesuai nominal tersebut. namun sekarang mereka mencetak uang tanpa ada nilai tukar emas, kata beliau di amerika sudah dimikian, maka tunggulah kehancuran dari sistem uang kertas ini, kata beliau dalam blognya.

beliau juga menghimbau agar kita beralih ke transaksi dengan menggunakan dinar (uang logam dari emas seberat 4.25 gram dengan kadar 22 karat). yang simpulannya kira kira gini, suatu saat nanti apabila uang sistem ekonomi yang kita anut sekarang hancur colaps, maka uang kertasmu itu tidak akan ada nilai nya, tidak lebih dari seonggok tisu yang mungkin bisa kamu gunakan untuk api unggun atau tisu toilet, uang kertas tidak akan ada nilainya dan hanya emaslah yang akan bernilai, begitulah kira-kira maksudnya.

waktu itu gw mikir, okelah sistem ekonomi konvensional hancur dan semua orang sudah menggunakan dinar atau emas, lalu terjadi kekacauan lagi, perang besar misalnya, ya masa kalian mau makan emas? hehe, kok gw jadi mikir yang trully berharga itu cuma beras sama gandum aja, hehe, jangan dianggap serius, abaikan saja.

sekitar bulan maret kemarin temen gw yang banyak simpenan dinarnya nawarin beberapa dinarnya ke gw, waktu itu harganya satu dinar 1,6 juta, gw kurang tertarik karena emang nggak minat :D , lagian ribet aja nyimpennya, nggak ada sebulan kemudian dia bilang bahwa satu dinarnya udah 1,8 juta. wah cepet juga kata gw, terus barusan gw mau nyelametin uang gw dari rekening mandiri, sayang suka abis kepake nggak jelas, mending beliin dinar aja, gw kontek temen mau beli, eh taunya harganya udah 2 juta sekarang satu dinarnya.


sponsor

twitter.com/pipinpramudia

  • Page copy protected against web site content infringement by Copyscape
  • KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia Add to Technorati Favorites Locations of visitors to this page

    Follow

    Get every new post delivered to your Inbox.