kampusku rumahku

cuma rumah para dosen dan staf-stafnyah…

beberapa minggu dan hari lalu, saya sangat marah, geram dan gondok plus mumet perihal kebijakan baru di kampus saya oleh pihak rektorat.
kebijakan yang intinya “KENDARAAN MAHASISWA DILARANG MASUK”.
gimana mau kampusku rumahku, kalo parkir motor aja mesti diluar dan berjudi sama maling?!?!!
dan ternyata tidak hanya saya sendiri yang protes, berbagai elemen mahasiswa pun juga protes(ikut-ikutan aja).
wajar memang, mahasiswa yang sangat (sok)sibuk dan perlu mobile kesana kemari dan kemari kesana.
kampus ITB memang tidak seluas UI atau UGM, tapi lebih dari cukup untuk bikin betis dan dengkul jebat jika harus ditempuh dengan jalan kaki bolak-balik.
jadi sangat wajar jika mereka protes.
sampe akhirnya saya (sedikit)tahu kenapa kebijakan yang tidak bijak tersebut lahir, menurut seorang narasumber yang berhasil saya wawancarai, ketidakbijakan itu turun akibat hilangnya mobil salah satu mahasiswa di dalam kampus, berhubung mahasiswa itu anak petinggi* polisi di jakarta sana, maka satu unit satuan keamanan(berjumlah 8 orang) yang sedang bertugas dan dikatakan ‘lalai’ dalam bertugas itu dibui saat itu juga.(coba kalo yang ilang motor anak bapak saya, paling-paling malah disukurin,hehe)
duh…8 orang itu tukang punggung keluarga mereka, 8 orang itu mungkin punya anak, mungkin juga punya istri, atau anggauta keluarga lain yang perlu disuplai ekonominya. lalu kenapa kita mesti gerah dengan lahirnya ketidakbijakan tersebut?
bukankah kebijakan tersebut juga hasil dari “mahakarya” kita sebagai mahasiswa?
kebiasaan saya memang selalu melihat masalah dari satu sudut pandang saja.
harusnya kita tidak perlu capek-capek mengeluh dong? bukankah kalian mahasiswa sudah cukup capek berjalan kaki? bukankah dipenjara jauh lebih capek dari jalan kaki?
jalan kaki itu bikin sehat kawan….!

*susah memang kalau sudah berurusan sama yang disebut ‘petinggi’

ps : akhir-akhir ini saya mulai melihat dampak positif dari kebijakan ini, yaitu semakin banyaknya mahasiswa yang beralih menggunakan sepeda sebagai alat transportasi ke kampus.

3 Responses to “kampusku rumahku”


  1. 1 diena September 3, 2007 at 7:39 am

    pineee😛
    hehe… hidup jalan kaki!
    bener juga yah, petinggi2 itu biasanya egois banget tuh…
    sialan aja. tapi paling ga kan gara2 ada yg egois jadi ada yg sehat *duh, ga jelas deh bo…*

  2. 2 tribas September 6, 2007 at 7:35 am

    bagus donk kalo jalan kaqi.. keren khan????

    ya gitu deh hehehe

  3. 3 Anonymous September 30, 2007 at 8:29 am

    ga sekedar ngurus parkir si, tp mempertanyakan yangharus dipertanyakan itu harus, mahasiswa kan status masyarakat untuk sesorang yang objektif.
    tp kebijakan parkiran itu memang cukup signifikan hasilnya bwt kemahasiswaan skrng


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




sponsor

twitter.com/pipinpramudia

  • Page copy protected against web site content infringement by Copyscape
  • KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia Add to Technorati Favorites Locations of visitors to this page

    %d bloggers like this: