local brand and local branding

i’ve told you before that my brain will work little bit better at midnight😛, i just don’t know why…

ok, stop belajar bahasa inggrisnya

JK Collection

JK Collection

jadi begini, ngelihat cuplikan jusuf kala beberapa hari lalu di acara tv one, ada audience dari kadin yang melontarkan pertanyaan menarik, begini kira-kira ceritanya :

” Assalamualaikum pak jk “ <– skip dah, kelamaan ntar😛

” ‘JK’ telah dibuat sebagai merek sepatu oleh pengusaha sepatu cibaduyut, sebagai wujud cinta produk dalam negeri, apakah bapak sekarang memakainya? “

” bagaimana dengan sepatu anda? “ tanya JK
” maaf pak, tadi karena saya buru-buru…”
” bagaimana dengan tas anda? potong JK

dan si mbak-mbak penanya kena batunya karena barang-barang yang dipakai bukanlah produk dalam negeri

” Indonesia belum akan bisa maju sebelum kata-kata menjadi satu dengan perbuatan”

JK melanjutkan dan disambut tepuk tangan oleh hadirin, lalu beliau mencopot sepatunya, menunjukkan ke hadirin sambil bilang :

“lihat, JK collection” ucap beliau bangga dan disambut applause dari hadirin

nice quote dari pak JK, sudah saatnya kita mengendorse produk-produk kita, produk dalam negeri selama ini kurang diminati konsumen karena ada paradigma yang mengatakan bahwa kualitas sepatu produk dalam negeri selalu kalah dengan priduk impor, menurut saya pribadi masalahnya cuma karena teknik marketing yang dipakai orang kita kurang ok. kurang tahu kenapa tingkat gengsi masyarakat kita ini tinggi sekali, selalu ingin memakai produk asing, nike dan adidas misalnya, entah mereka tau atau tidak kalau sepatu nike diproduksi di indonesia, yang mereka beli selama ini cuma brand, merek atau cap istilah jawanya.

ok, granted, says selama ini masyarakat kita masih lebih senang mengkonsumsi produk asing. memang begitu keadaannya,  trus gimana caranya supaya produk dalam negeri laku sehingga baik langsung maupun tidak langsung dapat meningkatkan perekonomian? ini yang harus kita manfaatkan, solusinya menurut saya adalah dengan mengebrand produk lokal seolah-olah adalah produk asing, dari nama produk, kualitas, tampilan layout, market positioning, etc.

lama-lama mereka juga akan tahu bahwa itu adalah produk lokal, dan hal tersebut secara perlahan akan mangikis paradigma yang beredar selama ini, dan lama-kelamaan mereka akan tulus mencintai produk-produk dalam negeri.

contoh-contoh merek yang saya anggap berhasil melakukan ini adalah

j.co donuts –> johny andrean
edward forrer –> gw juga kaget waktu tau edward forrer adalah produk bandung.
eiger
tas bodypack
tas export
tas neosack
hammer

ada yang mau nambahin?

ps : tulisan dibuat melalui metode analisis asal-asalan dari gua😀

ngomongin sepatu, jadi inget kalo magetan juga terkenal dengan kerajinan kulitnya, selain kecelakaan pesawat tentunya😦

tulisan tentang local brand yang mungkin terkait

7 Responses to “local brand and local branding”


  1. 1 kez May 24, 2009 at 11:00 am

    Gw suka nih tulisan yang ini…
    Buat nambahin aja pin, udah banyak kok orang-orang dan desainer produk Indonesia yang udah sadar akan fenomena ini. Orang Indonesia tu pengennya pake produk luar aja.

    Makanya banyak banget dari mereka yang punya strategi untuk mempatenkan dan memasarkan produk mereka keluar negri dulu, baru abis itu dibalikin ke sini supaya produk mereka ini dapet sertifikasi internasional untuk menarik massa disini..

    Dan nampaknya langkah dan strategi kaya gini udah diterapin juga di ITB, di jurusan desain produk contohnya…😀

  2. 2 silenceraloner May 24, 2009 at 1:04 pm

    Hahahaha..bener2 dah..
    Kalo bahasa kerennya sih,sekarang itu kita lagi di antara mengikuti ama menciptakan mekanisme pasar..

    Kalo emang mau ngebranding serius nih..,biar masuknya perlahan-lahan dlu aja..
    setelah berhasil meyakinkan konsumen kualitas produk trus baru dah kita ciptakan image kita sendiri..
    taking back the control of market mechanism…<sori masi pake bahasa asing, hati gw tetap Indonesia kok..

    Sepakat ama Mas Ipin..Nice!! Hehe..

    *btw, ini kampanye terselubung lagi ya??^^

  3. 3 pipinpramudia May 25, 2009 at 1:32 am

    @kes
    nice info aniway, bagus lah kalo udah kaya gitu, kita memang harus merebut pasar lokal kita sendiri kes, jangan mau dibodoh-bodohi sama asing,

    barang produksi di indonesia –> di branding oleh adidas, nike, dsb –> barang dibeli lagi oleh masyarakat Indonesia –> its called ke konyolan sejati😀

    kualitas produksi udah ok, sekarang tinggal bikin gimana desain yang inovatif, anak FSRD ITB kan banyak, masa gak mampu😛

    @ ridho eka putra
    yup, itu keknya satu-satunya jalan yang bisa kita lakukan sekarang dan kedepannya, paradigma masyarakat tidak gampang kita rubah, bisa, tapi pelan-pelan, kita cuci otak mereka perlahan-lahan.
    bantu gw ed, trough your blog:D

  4. 4 putra May 28, 2009 at 3:12 pm

    setuju banget
    cuman masalah gengsi aja
    coba kalau bukan j.co namanya, pasti yang beli cuman sedikit…

  5. 5 journalight May 29, 2009 at 1:11 pm

    @ putra

    thanks udah mampir,
    nah itu masalahnya, kita harus pelan-pelan cuci otak mereka😀
    semangat!!!!

  6. 6 coretanpinggir June 3, 2009 at 11:51 am

    JK memang lucu, gesit dan cerdik bak kancil.🙂 Semoga produk lokal bisa mencontoh gaya JK…

  7. 7 journalight June 7, 2009 at 12:15 am

    @popop

    produknya aja, presidennya jangan, ntar lah tahun 2014 aja jk nya, hha


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




sponsor

twitter.com/pipinpramudia

  • Page copy protected against web site content infringement by Copyscape
  • KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia Add to Technorati Favorites Locations of visitors to this page

    %d bloggers like this: