emosi

beberapa hari yang lalu gw liat di simpang annex *gedung rektorat annex* sopir angkot lagi berantem sama pengendara motor, walopun berantem, dari muka keliatan kalo mereka berdua sama sama takutnya *bercampur marah*. gak kebayang aja kalo misalnya gw berantem sama sopir angkot, malu, padahal saya berpotensi sekali untuk itu. lalu biasanya yang saya lakukan sebelum berkendara adalah mematikan emosi terlebih dahulu. nikmat aja rasanya, hha. kadang ketika ada orang uring-uringan karena macet, gw senyum-senyum aja, soalnya pernah tahu rasanya terjebak macet ketika telat kuliah.

inget juga ketika saya hampir nabrak *orang bertampang preman dan bertato* di depan BIP, orangnya kaget lebay dan melototin saya, saya ketawa refleks karena gw pikir ni orang lebay banget, beliaunya kayanya gak terima diketawain lalu dibilangnya saya anjing *keras-keras*, padahal ga bermaksud mentertawakan, cuma reflek karena beliau nya lebay, yah hikmah hari ini, anjing ganteng bisa naik motor.

0 Responses to “emosi”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




sponsor

twitter.com/pipinpramudia

  • Page copy protected against web site content infringement by Copyscape
  • KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia Add to Technorati Favorites Locations of visitors to this page

    %d bloggers like this: