berburu capung di kaki gunung lawu

Hal yang menyenangkan ketika gw kanak kanak adalah berburu capung. Capung di tempat saya di kaki gunung lawu sana disebut ndokerok. Oke, mulei sekarang kita sebut capung dengan nama ndokerok, kita berburu ndokerok dengan semacam alat bikinan kita sendiri yang canggih luar biasa menurut saya sekarang. Kenapa? Karena alat itu dibuat dari lidi yang kita lengkungkan lalu ujung-ujungnya kita tusukkan ke batang pohon singkong atau bambu yang panjang. Secara kasar lebih mirip raket tennis dengan ukuran kecil.

https://i2.wp.com/farm4.static.flickr.com/3324/3335912240_a6b661500e.jpg

Kalau tennis menggunakan senar, maka jaring pada alat ini menggunakan jaring laba-laba sebagai jaringnya, khusus sarang laba laba warna kuning yang kita incar, dan lengket luar biasa. Jadi secara garis besar ritual berburu capung adalah sebagai berikut :

  1. Membuat alat penangkap capung, agar alat ini lengket maka kita harus berburu sarang laba laba, khusus yang warna kuning, dan biasanya memakan puluhan sarang laba laba yang kita tempelkan pada alat ini, lengket luar biasa, serangga macam apapun yang tertangkat dijamin tidak akan selamat.
  2. Mencari target operasi yaitu si capung itu sendiri.
  3. Menyiksa, ya begitulah, ketika si capung kita tangkap biasanya yang terjadi pada capung sangat mengenaskan, ekornya kita potong ujungnya sedikit, lalu kita ganti dengan dedaunan, kita lepaskan, dan kita tertawa tawa melihat “ekor baru” si capung tersebut yang berwarna warni sesuai bentuk dan warna daun. Bentuk siksaan yang lain adalah mengikat kaki dari si capung dan membiarkannya terbang berputar putar dengan radius sepanjang tali yang kita punya J.

Capung yang biasa ditemui di kaki gunung lawu adalah capung merah ke kuning-kungingan, capung ini sangat biasa dan banyak tersedia di pasaran. Capung yang lumayan langka adalah capung tentara karena berwarna ijo loreng mirip pakaian tentara. Lalu legenda capung adalah yang biasa kita sebut dengan bang bang ngeang, jarang nongol, dan begitu ada cukup susah ditangkap, yang bisa dapetin bang bang ngeang adalah anak paling keren lah pokoknya J. Berburu capung tidak bisa dilakukan setiap waktu karena capung ada banyak ketika musim capung saja.

0 Responses to “berburu capung di kaki gunung lawu”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




sponsor

twitter.com/pipinpramudia

  • Page copy protected against web site content infringement by Copyscape
  • KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia Add to Technorati Favorites Locations of visitors to this page

    %d bloggers like this: