menyusuri sungai cikapundung bersama komunitas aleut

minggu kemaren, 26 juni 2010, kita, pegiat komunitas aleut sedang sama sama tidak ada kerjaan lantas iseng menyusuri sungai chika pundung, (..not chika bandung oke? ) sampai curug dago. sebenarnya curug dago ini tidak begitu jauh, anda cukup naik angkot sampai dago tea house, lalu jalan kaki sebentar sampai curug dago. terus kenapa kita komunitas aleut ini beragkat dari jembatan jalan siliwangi, menyusuri sungai sampai curug dago? jawabnya karena kita bukan komunitas angkot🙂.

beramai ramai kita menyusuri goa laba laba ini, oh sebenarnya ini hanyalah saluran air, saluran air sibarani, di sebelahnya pun juga ada jalan setapak yang cukup nyaman, oke lah kalo begitu, sekarang kita berganti nama menjadi komunitas susur goa, ralat, komunitas susur gorong gorong.

dan sampailah kita pada suatu tempat yang orang orang sebut sebagai curug dago. kalo saja airnya nggak keruh, kalau saja tidak banyak sampah berserakan, kalau saja tidak bau, dan kalo saja tidak ada orang orang berbuat mesum, yang terakhir abaikan saja, maka tempat ini akan menjadi salah satu tempat yang bisa dijual🙂 untuk tujuan wisata tentunya.

oh ada juga prasastinya, saya kira ditulis pake bahasa sanskerta oleh prabu siliwangi ternyata pada tahun 1896 raja chulalongkorn (rama V, raja thailand) bersemedi disini dan mengukirkan inisial namanya di batu di curug dago sini, lalu beberapa tahun kemudian anaknya raja Prajadhipok (rama VII, juga raja thailand) napak tilas kesini dan juga mengukirkan namanya di batu di sebelahnya, lalu pada tahun 2010 kemaren, pasangan muda mudi juga datang kesini dan mengukirkan initial namanya disertai gambar hati pada salah satu batu di curug ini, dengan menggunakan tipe x, bedanya orang orang menganggap perbuatan mereka itu merusak, padahal tipe x nya juga nggak permanen, sedangkan raja raja tadi mengukir di batu yang mana tidak bisa dihilangkan.

mungkin karena mereka bukan raja. haha, insyaAllah minggu selanjutnya saya akan berada di merbabu…

photo photo oleh kang yandi dephol

0 Responses to “menyusuri sungai cikapundung bersama komunitas aleut”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




sponsor

twitter.com/pipinpramudia

  • Page copy protected against web site content infringement by Copyscape
  • KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia Add to Technorati Favorites Locations of visitors to this page

    %d bloggers like this: