zakat

setiap segala sesuatu ada ilmunya, termasuk juga untuk beramal. dan kita semua tahu bahwa setiap orang muslim wajib berzakat, sebenernya nilai zakat ini sangat kecil, hanya 2.5% dari penghasilan bersih, jauh lebih kecil dari pajak. pajak menetapkan jumlah 13% dari omzet bagi pengusaha, ya, dari omzet, bukan dari laba bersih. pajak peninggalan penjajah yang masih di gunakan, haha. jadi kurang lebih seperti ada negara yang sedang menjajah rakyatnya. akibatnya apa? banyak yang mengakali pajak, baik perusahaan maupun individu.

dan kemanakah sebaiknya kita menyalurkan zakat? menurut analisis pribadi, sebaiknya zakat disalurkan kepada dua hal, yang pertama adalah pendidikan, dan yang kedua adalah untuk memodali orang yang kurang mampu agar dapat berusaha. kenapa pendidikan? karena orang bodoh, diberi uang berapapun dan diberi modal apapun akan cepat habis, sebaliknya, jika kita berjuang (dengan zakat) untuk memperbaiki pendidikan seseorang dari kalangan kurang mampu (dan juga dapat menjaga akhlaknya) orang tersebut akan mampu merubah nasib dirinya sendiri, keluarganya, dan lingkungannya.

diagram sederhananya sebagai berikut :

orang miskin —> kita bantu pendidikannya (dengan zakat) –> orang yang berpendidikan –> mampu merubah nasib dirinya –> merubah nasib keluarganya –> merubah nasib keturunannya –> merubah nasib lingkungannya.

sederhananya, hanya pendidikanlah (pendidikan formal + pendidikan agama) yang akan dapat memutus rantai kemiskinan dan kebodohan, yang akan menyelamatkan iman, baik bagi diri kita (selaku penzakat) maupun orang lain.

zakat juga nisabnya (syarat untuk boleh berzakat) kecil kok, hanya kurang lebih senilai 20 dinar emas (1 dinar kurang lebih 4.25 gram) dalam setahun, kalau dirupiahkan sekarang (agustus 2014) harga emas /gram adalah Rp 483.000,– maka nisab zakat adalah sebesar : Rp. 483.000,– x (4.45 x 20) = Rp. 41.055.000,–. jadi apabila kita berpenghasilan 41.055.000 atau 3.421.250 sebulan, kita sudah wajib berzakat.

sebenernya perhitungan nisab berbeda beda bergantung pada harta yang dimiliki, itu saya ambil sederhananya saja, misal jika harta yang kita miliki adalah emas, tentu berbeda dengan apabila harta yang kita miliki adalah sapi.

so, bagi yang belum berzakat sebaiknya segera berzakat. lebih bagus lagi jika kita mau bersedekah, dan apabila hendak berzakat, sebaiknya cari lembaga yang fokus bergerak di bidang pendidikan, atau yang fokus di perbaikan akhlak, karena orang yang berakhlak baik, insyaAllah dilapangkan rizkinya oleh Allah.

kalau ada yang salah tolong dikoreksi ya🙂

1 Response to “zakat”


  1. 1 luthfisetyawanan February 16, 2015 at 9:50 am

    Sepertinya pembagian zakat di INdonesia belum tepat pada sasarannya, betul-betul perindividu dan tidak terasa manfaatnya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




sponsor

twitter.com/pipinpramudia

  • Page copy protected against web site content infringement by Copyscape
  • KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia Add to Technorati Favorites Locations of visitors to this page

    %d bloggers like this: