segala sesuatu tentang cinta

Kalian berkata : “cinta tidak tergantung pada kehendak dan ikhtiar kita tetapi karena tuntutan fitrah kita. saya misalnya mencintai makanan yang lezat dan buah buahan yang baik. saya juga mencintai orang tua, anak-anak, dan isteri. saya mencintai kekasih dan sahabat. saya mencintai para nabi dan wali. saya mencintai masa muda dan kehidupanku. saya pun  mencintai musim semi dan segala sesuatu yang indah serta dunia. bagaimana mungkin saya tidak mencintai semua ini? bagaimana saya mampu mempersembahkan seluruh rasa cinta ini kepada Dzat, nama-nama, dan sifat-sifat Allah swt? apa makna dari semua ini?

sebagai jawabannya kalian harus memperhatikan hal-hal berikut ini:

pertama
meskipun rasa cinta tidak muncul karena kehendak dan ikhtiar kita, namun dengan ikhtiar yang ada arahnya bisa diubah dari kecintaan pada suatu obyek menuju pada obyek yang lain. Misalnya ketika keburukan dan hakikat dari sesuatu yang dicintai telah tampak, atau ketika diketahui bahwa ia menjadi penghalang atau cermin bagi Kekasih hakiki yang layak dicintai, arah cinta bisa dialihkan dari kekasih yang hanya bersifat metafora kepada kekasih hakiki.

kedua
kami tidak menyuruh agar engkau tidak mencintai semua yang engkau sebutkan tadi, tetapi kami hanya berpesan agar cintamu terhadap apa yang kau sebutkan tadi adalah demi Allah dan karena cinta kepada-Nya. Misalnya mencintai makanan yang enak, buah-buahan yang segar dari aspek karunia Allah dan anugerah Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang merupakan bentuk rasa cinta terhadap nama ar-Rahman (Yang Maha Pengasih) dan al-Mun’im (Yang Maha Memberi nikmat). Ia merupakan bentuk syukur maknawi. yang menjadi petunjuk bahwa cinta ini bukan untuk memenuhi hawa nafsu; tetapi nama Ar-Rahman, adalah mencari rezeki yang halal disertai eprasaan cukup dalam batas-batas yang dibenarkan oleh agama dan memakannya dengan merenungkan rasa syukur.

Demikian halnya dengan kecintaan dan penghormatanmu kepada orang tua adalah demi rahmat dan kebijaksanaan kepada mereka perasaan kasih sayang sehingga mereka mau mengasuh dan mendidikmu dengan penuh kasih sayang dan bijaksana adalah milik Ilahi. Tanda cinta tadi ditujukan kepada Allah swt. engkau lebih banyak mencintai dan mencurahkan kasih sayang kepada mereka ketika mereka sudah tua, tidak ada lagi faedah bagimu dari mereka dan emreka menjatuhkan engkau dalam kesulitan. Allah berfirman

Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sudah berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, jangan sekali-kali kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan jangan pula membentak mereka. Namun, ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kasih sayangdan berdoalah, “Wahai tuhanku, kasihilah mereka berdua sebagaimana mereka berdua telah mendidikku di waktu kecil (QS Al Isra/17:23-24)

Ayat diatas mengajak seluruh anak untuk memelihara hak orang tua dalam liima tingkatan. hal ini menunjukkan betapa pentintg berbakti kepada orang tua berikut buruknya sikap durhaka kepada mereka dalam pandangan Al-Qur’an,

Seorang ayah biasanya tidak mau seseorang lebih baik daripadanya kecuali oleh anaknya. sebagai balasan anak tidak boleh menuntut hak kepada ayahnya. jadi secara fitrah tidak ada pertengkaran antara anak dan kedua orang tua karena pertengkaran muncul dari dengki dan hasad. ayah tidak akan merasa dengki kepada anaknya. ertengkaran bisa juga bersumber dari kesalahan. anak tidak berhak untuk menuntut ayahnya. Bahkan jika ia melihat ayahnya berbuat kesalahan sekalipun, ia tetap tidak boleh memberontak dan mendurhakainya. artinya, siapa yang berdurhaka kepada orang tuanya serta menyakiti mereka berarti ia manusia yang telah berubah menjadi binatang buas.

mencintai dan melindungi anak dengan penuh kasih sayang dan belas kasih lantaran mereka merupakan karunia tuhan Yang Maha Penyayang dan Pemurah yang menjadi milik Allah SWT. Tanda yang menunjukkan bahwa cinta abadi tadi demi Allah SWT adalah bersabar disertai rasa syukur ketika sang anak meninggal tanpa menjerit dengan putus asa. seolah-olah ia berkata “makhluk ini adalah yang dicintai dan diberikan kepada penjagaan saya oleh Sang Pencipta. sekarang, kebijaksanaanNya memutuskan untuk mengambilnya kembali dariku ketempat yang lebih baik. Jika ada satu bagian jasaku yang tampak padanya, Allah Swt memiliki ribuan jasa hakiki terhadapnya. karena itu, sudah selayaknya rela menerima ketentuan Allah dengan ucapan al-hukmuliLLAH (ketentuan itu milik Allah)

bersambung…

0 Responses to “segala sesuatu tentang cinta”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




sponsor

twitter.com/pipinpramudia

  • Page copy protected against web site content infringement by Copyscape
  • KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia Add to Technorati Favorites Locations of visitors to this page

    %d bloggers like this: