Archive for the 'jalan' Category

raja dan rakyat jelata

“pada tahun 1896 raja chulalongkorn, raja thailand bersemedi disini dan mengukirkan namanya secara permanen di salah satu batu di curug dago, masyarakat sekitar menyebutnya prasasti. lalu pada tahun 2010 kemarin pasangan muda mudi juga berkunjung ke curug ini dan mengukirkan inisial mereka berdua disertai gambar hati di salah satu batu dengan hanya menggunakan tipe x, masyarakat sekitar menyebutnya merusak :)”

https://journalight.files.wordpress.com/2011/06/img_9643.jpg?w=300

hehe, sebenernya kesimpulannya bukan mau ngebedain golongan raja dengan rakyat jelata, tetapi lebih ke “kalo melakukan sesuatu, do it with style, secara artistik emang lebih indah coretan si raja thailand tersebut” hoho.

menyusuri sungai cikapundung bersama komunitas aleut

minggu kemaren, 26 juni 2010, kita, pegiat komunitas aleut sedang sama sama tidak ada kerjaan lantas iseng menyusuri sungai chika pundung, (..not chika bandung oke? ) sampai curug dago. sebenarnya curug dago ini tidak begitu jauh, anda cukup naik angkot sampai dago tea house, lalu jalan kaki sebentar sampai curug dago. terus kenapa kita komunitas aleut ini beragkat dari jembatan jalan siliwangi, menyusuri sungai sampai curug dago? jawabnya karena kita bukan komunitas angkot :).

beramai ramai kita menyusuri goa laba laba ini, oh sebenarnya ini hanyalah saluran air, saluran air sibarani, di sebelahnya pun juga ada jalan setapak yang cukup nyaman, oke lah kalo begitu, sekarang kita berganti nama menjadi komunitas susur goa, ralat, komunitas susur gorong gorong.

dan sampailah kita pada suatu tempat yang orang orang sebut sebagai curug dago. kalo saja airnya nggak keruh, kalau saja tidak banyak sampah berserakan, kalau saja tidak bau, dan kalo saja tidak ada orang orang berbuat mesum, yang terakhir abaikan saja, maka tempat ini akan menjadi salah satu tempat yang bisa dijual πŸ™‚ untuk tujuan wisata tentunya.

oh ada juga prasastinya, saya kira ditulis pake bahasa sanskerta oleh prabu siliwangi ternyata pada tahun 1896 raja chulalongkorn (rama V, raja thailand) bersemedi disini dan mengukirkan inisial namanya di batu di curug dago sini, lalu beberapa tahun kemudian anaknya raja Prajadhipok (rama VII, juga raja thailand) napak tilas kesini dan juga mengukirkan namanya di batu di sebelahnya, lalu pada tahun 2010 kemaren, pasangan muda mudi juga datang kesini dan mengukirkan initial namanya disertai gambar hati pada salah satu batu di curug ini, dengan menggunakan tipe x, bedanya orang orang menganggap perbuatan mereka itu merusak, padahal tipe x nya juga nggak permanen, sedangkan raja raja tadi mengukir di batu yang mana tidak bisa dihilangkan.

mungkin karena mereka bukan raja. haha, insyaAllah minggu selanjutnya saya akan berada di merbabu…

photo photo oleh kang yandi dephol

trekking ke tangkuban perahu via parongpong

sedang adzan subuh saudara saudara…, baru aja bangun sehabis tidur lelap semaleman, lebih tepatnya kecapekan karena abis jalan kaki ke kawah gunung tangkubanperahu lewat parongpong. jadi ceritanya minggu pagi kemaren kita jalan jalan..

ntar di lanjut yaa, sholat heula

sampe mana tadi? oh ok, trekking dimulai dari simpang mcd dago, dilanjut naik angkot caheum ledeng ke ledeng setiabudi, dilanjut angkot ledeng parongpong dengan tujuan terminal akhir di taman bunga, lalu dari situ jalan kaki sampe tangkuban perahu. medan trekking nya lumayan, mulai dari sawah, perkebunan teh, kompleks villa taman bunga, hutan, sampe gunung tangkuban perahu. tahu tahu kita udah nongol di kawah ratu di bagian atas. disinilah pertama kali gw liat kawah tangkuban perahu paling menakjubkan, kan biasanya kalo tangkuban lewat jalur mobil kita nyampe di parkiran dan liat kawah dari tepi bawah, nah kita nyampe di sisi sebrangnya di bagian yang paling atas. perlu kalian coba sesekali, perjalanan sekitar 6 jam dari parongpong πŸ™‚

secara keseluruhan jalurnya adalah sebagai berikut

mcd simpang dago —(2500 via angkot)—> terminal ledeng —(4000 via angkot)–> taman bunga parongpong —(trekking)—> vila taman bunga —(trekking)—> kawah ratu gunung tangkuban perahu —(20.000 via angkot)—> mcd dago lagi.

jadi total spot minggu kemaren adalah : taman bunga, kawah ratu, lewat boscha, punclut, yang kesebut terakhir cuma lewat.

kalau kalian hobby trekking, mungkin bisa ikut komunitas aleut, cari aja di gacebook dengan keyword “komunitas aleut”

regards

biaya dan peralatan yang diperlukan untuk naik gunung semeru dari bandung

seperti pada suatu ketika yang sama sama telah kita ketahui bahwasanya sebentar lagi insyaAllah apabila Allah Yang Maha Kuasa mengijinkan, maka pada pertengahan atau akhir april ini saya akan naik gunung semeru demi melihat seperti apakah puncak mahameru yang disebut sebut indah itu.

maka mulailah saya dan kawan kawan persiapan seperti survey peralatan, dana, dan latihan kecil-kecilan demi stamina yang cukup untuk naik nanti. adapun dana yang dibutuhkan untuk dari bandung ke semeru sampai pulang lagi adalah sekitar Rp. 1.050.000,– biaya yang udah sangat save, normalnya mah 600ribu-1juta.

rinciannya dana yang diperlukan sebagai berikut :

1. transport pulang pergi dengan kereta bisnis, angkot, dan lain lain Rp. 450.000,–

2. makan / logistik Rp. 60.000,– per hari selama lima hari jadi Rp. 300.000,–

3. dokumentasi Rp. 100.000,– / kalo nggak pake dokumentasi atau bawa kamera sendiri sendiri variable ini nggak usah dimasukkan πŸ™‚ paling buat beli batere aja πŸ˜›

4. perlengkapan Rp. 100.000,–

5. perizinan Rp. 100.000,–

see? masih banyak yang bisa dihemat kalau kita bisa bijaksana dalam pengelolaan keuangan πŸ™‚

adapun peralatan yang diperlukan adalah :

1. ntar aja lah ya diupdate lagi, banyak soalnya euy πŸ˜›

 

backpacking ujung genteng

jangan harap kalian menemukan cerita tentang pengalaman ke ujung genteng di blog ini, pada awalnya kita memang berencana kesana, tapi kadang sesuatu tidak selalu berjalan dengan apa yang kita inginkan, pagi dini hari saya masih mencari di internet tentang bagaimana mencapai ujung genteng dan tempat pariwisata apa yang ditawarkan disana. pukul 6 pagi saya bertemu teman-teman, saya dan teman ambil motor, kita pergi ke rental mobil dan tahu tahu kita sampai di pangandaran, sebuah trip plan yang sungguh aneh 0_O

sepanjang perjalanan berangkat, foto diataslah yang menghiasi kaca depan mobil yang kami sewa, sebuah truk kelebihan muatan yang berjalan terseok-seok, tipikal indonesia.

tentang pangandaran, mungkin akan saya ceritakan lain waktu πŸ™‚

dini hari kami berangkat pulang ke bandung sekalian mampir di green canyon, sepanjang tepi pantai kami melihat foto diatas. bukan, mereka tidak sedang beradu tarik tambang dengan para penghuni laut, hanya nelayan lokal yang menarik jaring yang mereka tebar kemarin sore. tertarik, kami tepikan mobil kami, kami tunggui mereka mengangkat jaring mereka dengan harapan dapat melihat hasil tangkapan mereka yang melimpah, saya sudah penasaran mau memotret ikan-ikan yang menggelepar karena diangkat dari air.

lalu kami kecewa sekaligus iba melihat hasil tangkapan mereka, hanya beberapa ekor ikan kecil, cumi dan seekor sotong, tentu mereka lebih kecewa.

akhirnya kami melihat sunset justru di daerah cileunyi, di pangandaran kami tidak melihat sunset maupun sunrise akibat cuaca yang tidak mendukung.

well, segitu dulu

regards


sponsor

twitter.com/pipinpramudia

  • Page copy protected against web site content infringement by Copyscape
  • KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia Add to Technorati Favorites Locations of visitors to this page