Posts Tagged 'islam'

cara wudlu sesuai rasulullah

wudlu sebagai bagian dari aktivitas ibadah, part of worshiping Allah, udah begitu juga lebih bersih dan hemat air, hayoo siapa yang wudunya cuma ciprat ciprat air doang? :))

segala sesuatu tentang cinta

Kalian berkata : “cinta tidak tergantung pada kehendak dan ikhtiar kita tetapi karena tuntutan fitrah kita. saya misalnya mencintai makanan yang lezat dan buah buahan yang baik. saya juga mencintai orang tua, anak-anak, dan isteri. saya mencintai kekasih dan sahabat. saya mencintai para nabi dan wali. saya mencintai masa muda dan kehidupanku. saya pun  mencintai musim semi dan segala sesuatu yang indah serta dunia. bagaimana mungkin saya tidak mencintai semua ini? bagaimana saya mampu mempersembahkan seluruh rasa cinta ini kepada Dzat, nama-nama, dan sifat-sifat Allah swt? apa makna dari semua ini?

sebagai jawabannya kalian harus memperhatikan hal-hal berikut ini:

pertama
meskipun rasa cinta tidak muncul karena kehendak dan ikhtiar kita, namun dengan ikhtiar yang ada arahnya bisa diubah dari kecintaan pada suatu obyek menuju pada obyek yang lain. Misalnya ketika keburukan dan hakikat dari sesuatu yang dicintai telah tampak, atau ketika diketahui bahwa ia menjadi penghalang atau cermin bagi Kekasih hakiki yang layak dicintai, arah cinta bisa dialihkan dari kekasih yang hanya bersifat metafora kepada kekasih hakiki.

kedua
kami tidak menyuruh agar engkau tidak mencintai semua yang engkau sebutkan tadi, tetapi kami hanya berpesan agar cintamu terhadap apa yang kau sebutkan tadi adalah demi Allah dan karena cinta kepada-Nya. Misalnya mencintai makanan yang enak, buah-buahan yang segar dari aspek karunia Allah dan anugerah Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang merupakan bentuk rasa cinta terhadap nama ar-Rahman (Yang Maha Pengasih) dan al-Mun’im (Yang Maha Memberi nikmat). Ia merupakan bentuk syukur maknawi. yang menjadi petunjuk bahwa cinta ini bukan untuk memenuhi hawa nafsu; tetapi nama Ar-Rahman, adalah mencari rezeki yang halal disertai eprasaan cukup dalam batas-batas yang dibenarkan oleh agama dan memakannya dengan merenungkan rasa syukur.

Demikian halnya dengan kecintaan dan penghormatanmu kepada orang tua adalah demi rahmat dan kebijaksanaan kepada mereka perasaan kasih sayang sehingga mereka mau mengasuh dan mendidikmu dengan penuh kasih sayang dan bijaksana adalah milik Ilahi. Tanda cinta tadi ditujukan kepada Allah swt. engkau lebih banyak mencintai dan mencurahkan kasih sayang kepada mereka ketika mereka sudah tua, tidak ada lagi faedah bagimu dari mereka dan emreka menjatuhkan engkau dalam kesulitan. Allah berfirman

Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sudah berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, jangan sekali-kali kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan jangan pula membentak mereka. Namun, ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kasih sayangdan berdoalah, “Wahai tuhanku, kasihilah mereka berdua sebagaimana mereka berdua telah mendidikku di waktu kecil (QS Al Isra/17:23-24)

Ayat diatas mengajak seluruh anak untuk memelihara hak orang tua dalam liima tingkatan. hal ini menunjukkan betapa pentintg berbakti kepada orang tua berikut buruknya sikap durhaka kepada mereka dalam pandangan Al-Qur’an,

Seorang ayah biasanya tidak mau seseorang lebih baik daripadanya kecuali oleh anaknya. sebagai balasan anak tidak boleh menuntut hak kepada ayahnya. jadi secara fitrah tidak ada pertengkaran antara anak dan kedua orang tua karena pertengkaran muncul dari dengki dan hasad. ayah tidak akan merasa dengki kepada anaknya. ertengkaran bisa juga bersumber dari kesalahan. anak tidak berhak untuk menuntut ayahnya. Bahkan jika ia melihat ayahnya berbuat kesalahan sekalipun, ia tetap tidak boleh memberontak dan mendurhakainya. artinya, siapa yang berdurhaka kepada orang tuanya serta menyakiti mereka berarti ia manusia yang telah berubah menjadi binatang buas.

mencintai dan melindungi anak dengan penuh kasih sayang dan belas kasih lantaran mereka merupakan karunia tuhan Yang Maha Penyayang dan Pemurah yang menjadi milik Allah SWT. Tanda yang menunjukkan bahwa cinta abadi tadi demi Allah SWT adalah bersabar disertai rasa syukur ketika sang anak meninggal tanpa menjerit dengan putus asa. seolah-olah ia berkata “makhluk ini adalah yang dicintai dan diberikan kepada penjagaan saya oleh Sang Pencipta. sekarang, kebijaksanaanNya memutuskan untuk mengambilnya kembali dariku ketempat yang lebih baik. Jika ada satu bagian jasaku yang tampak padanya, Allah Swt memiliki ribuan jasa hakiki terhadapnya. karena itu, sudah selayaknya rela menerima ketentuan Allah dengan ucapan al-hukmuliLLAH (ketentuan itu milik Allah)

bersambung…

untuk pemuda yang sedang sakit

wahai orang yang mendapat cobaan dengan derita sakit! melalui pengalaman saya di zaman ini, saya telah membuktikan bahwa derita sakit adalah kemurahan ilahi dan anugerah rahmani bagi sebagian manusia. selama delapan atau sembilan tahun, beberapa pemuda menemuiku karena sakit mereka, dengan harapan saya mendoakan kesembuhan mereka, sesuatu yang bukan merupakan keahlian saya. kemudian, saya memperhatikan bahwa mereka yang menderita rasa pedih banyak bertafakur dan mengingat akhirat, serta tidak mabuk kelalaian masa muda. bahkan, sampai tingkat tertentu derita sakit tersebut menjaga diri mereka dari syahwat hewani.

saya mengingatkan mereka bahwa sesungguhnya saya senantiasa melihat derita sakit tersebut–termasuk kemampuan mereka menahannya–merupakan kebaikan ilahi dan anugerah dari Nya yang Maha Suci. karena itu saya berkata, “saudaraku, saya tidak bermusuhan dengan derita sakitmu ini, maka deritamu tidak menimbulkan saya rasa kasihan kepadamu yang membuat saya merasa perlu mendoakan kesembuhan dirimu. berusahalah menghias dirimu dengan sifat sabar dan tabah dalam menghadapi derita sakit, sampai engkau mrndapatkan kesadaran! Jika sakit tersebut telah menyelesaikan tugasnya, maka Allah swt, Sang Pencipta yang Maha Penyayang akan menyembuhkan engkau.”

saya juga berkata padanya,” sebagian orang sepertimu selalu mengguncang, bahkan menghancurkan kehidupan abadinya demi menikmati kesenangan lahiriah sesaat dari kehidupan dunia. dan itu disebabkan tenggelamnya mereka dalam sifat lupa zikir yang berasal dari cobaan kesehatan. mereka juga meninggalkan sholat fardhu lupa akan mati, dan tidak mengingat Allah swt. sementara, lewat derita sakit itu engkau melihat kuburan yang akan menjadi rumahmu yang pasti engkau tempati. engkau juga akan melihat tingkatan-tingkatan ukhrawiah yang lain dibaliknya. karena itu, engkau akan bergerak dan melangkah sesuai dengan hal tersebut. dengan demikian, derita sakitmu merupakan kesehatan bagimu, dan kesehatan yang dirasakan oleh sebagian orang seusiamu, merupakan penyakit bagi mereka.”

oleh : Bediuzzaman Said Nursi, penulis Risalah Nur

pemilu kemaren banyak ya serangan politik ke partai islam, dijelek jelekin, difitnah, dll, lalu, sebagai seorang muslim, muslim yang sejati, bagaimana seharusnya kita bersikap?

menurut pendapat saya, ketika kita dihina, pantang untuk kita seorang muslim untuk membalas dengan menghina, teh hanya keluar dari teko yang berisi teh, kopi hanya keluar dari teko berisi kopi, sama dengan itu, hal buruk hanya akan keluar dari jiwa yang buruk, hal baik hanya akan keluar dari jiwa yang baik.

pembalasan paling baik untuk penghinaan adalah dengan melakukan hal baik. lalu bagaimana apabila Rasulullah kita dihina orang lain, kita beri penjelasan bahwa itu tidak benar, menurut saya itu cukup,

ingat ketika dulu Abrahah akan menghancurkan kabah? Syaibah (kakek Nabi SAW) yang pemimpin mekah mendatangi Abrahah dan berkata, “Abrahah, aku kesini untuk meminta untaku yang dirampas oleh pasukanmu”. Abrahah dengan heran berkata, “Hai Pemimpin mekah, sesungguhnya aku datang kemari untuk menghancurkan Kabah, dan kamu menemuiku bukan untuk memohon kepadaku untuk tidak menghancurkannya, melainkan meminta untamu, pemimpin macam apakah kamu ini?” . Syaibah menjawab “sesungguhnya untaku itu adalah milikku, aku kesini untuk meminta hak ku, sedangkan kabah ada pemiliknya, yang akan senantiasa menjaganya (Allah)”.

begitu juga dengan Islam dan Rasulullah, ada penjaganya…

bagaimana cara merubah suatu bangsa?

kalau melihat kondisi bangsa ini, tentu kita akan sangat prihatin dengan banyaknya demoralisasi yang terjadi pada masyarakatnya, lalu bagaimana cara merubah bangsa ini menjadi lebih baik? tentu tidak akan bisa secara instan, yang pertama harus di rubah adalah tentu saja mental setiap tiap individu masyarakatnya, dan itu bisa dilakukan melalui pendidikan, bukan pendidikan yang membuat orang tahu bahwa 1+1 = 2, tetapi pendidikan yang membuat orang tahu mana yang baik dan mana yang buruk.

tentu tidak bisa instan, tapi kita harus selalu optimis.

asuransi vs akal sehat & tauhid

sedang di kelas, asik mendengarkan bapak dosen ketika ada bbm, taunya broadcast message, begini isinya :

“Mama Jangan Ambil Uang Saya

Suatu pagi, seorang suami pergi bekerja. Pada perjalanan ke pabrik, terjadi kecelakaan & dia meninggal seketika. 2 minggu kemudian, tetangga melihat truk toko furniture menyita sofa, meja makan, lemari besar, bahkan “double-bad”!. Para tetangga mengerti “cicilan lunak” ternyata sudah tak lunak lg pembayarannya! Bbrp minggu kemudian, tetangga melihat 4 pria beringas mendatangi si janda. Mereka memperlihatkan secarik kertas & menunjuk ke arah Honda Civic milik almarhum. Si janda memberikan kunci mobil lalu masuk ke rumah. Bbrp hari kemudian, tetangga melihat loper koran minta tagihan dibayar. Si janda masuk ke rumah & terdengar suatu benda yg pecah, lalu terdengar tangis anaknya, “Mama, jgn ambil uang saya”. Ia membayar loper koran dgn uang receh! Itu saat terakhir tetangga melihat si janda. Suatu siang, seorg pria dgn volvo biru mengkilat berhenti & mengetuk pintu rumah janda. “Tidak ada orang.” Kata tetangga. Krn merasa ada yg tdk beres, pemuda itu mendatangi rumah tetangga & memperkenalkan diri sbg agen asuransi. Kedatangannya utk memberikan kpd si janda, uang asuransi yg menjadi haknya. Mendengar hal itu, para tetangga segera memberitahu si janda utk membuka pintu. Ketika pintu terbuka, si agen tak bisa percaya melihat kondisi wanita yg ditemuinya setahun yg lalu. “Jgn blg ibu tdk kenal saya. Saya prnh datang minum teh dgn almarhum suami ibu, ingat? Waktu itu saya mau menjual polis asuransi tapi ibu MENOLAK. Keesokannya almarhum membeli polis senilai 500 juta. Suami ibu meminta saya merahasiakan asuransi ini. Mulai sekarang ibu tak perlu kuatir lg. Kami akan menjaga ibu & anak ibu seperti yg kami janjikan pada almarhum”. Janda itu tak bisa mempercayainya. Air mata kebahagiaan jatuh ke pipinya, ia berlutut & berterima kasih pada sang agen. Asuransi di beli bukan krn ssorg harus meninggal tp org yg di tinggalkan harus ttp jalanin hidup…”

dramatis ya judulnya, orang indonesia memang suka sesuatu yang dramatis, baca bentar, dan saya tersenyum senyum sendiri ;), ini jelas wujud usaha keras daripada agen agen asuransi.

asuransi

asuransi itu, tujuan mulianya adalah jasa yang ditawarkan perusahaan untuk mengcover diri kita maupun keluarga kita ketika suatu saat nanti kita mengalami musibah, dan tentu saja kita harus membayar uang atau yang sering disebut premi, ini sepemahaman saya, tapi berapa banyak orang yang tercover ketika dia benar benar mengalami musibah?

menurut pendapat saya pribadi, UNTUK SAAT INI, DENGAN ILMU YANG TERBATAS INI, asuransi adalah suatu bentuk lain dari bullshit, kepanjangan produk dari riba. asuransi adalah bukti kekurang tauhid-an kita kepada Allah, kepesimisan kita terhadap pertolongan Allah, kepercayaan kita bahwa tolong menolong antar sesama manusia SUDAH TIDAK LAGI ADA, salah satu cara pelaku riba untuk mencapai tujuan besarnya nya, yaitu perbudakan terselubung, penghambaan manusia terhadap materi.

yang namanya orang kena musibah itu membutuhkan pertolongan, jiwanya shok dan panik, belum tentu semuanya mampu dan mau ngurusin hal hal yang sifatnya administratif ribet macem begitu, apa mereka care sama anda? misal dengan sering nelpon “halo brother, apa semua baik dan sehat sehat saja?” enggak kan? kita kecelakaan misalnya, kita harus lapor ke mereka, see? lu mempercayai mereka untuk nolongin elu, sementara mereka aja ga pernah care sama elu, kecuali pas mereka mau nagih premi, belum lagi kalau ditolak asuransi nya karena alasannya ga jelas, banyak aja yang kaya gitu. mirip mirip lah sama bank, yang kalian mempercayakan semua duit kalian ke mereka, dengan menaruhnya di rekening, tapi mereka aja ga pernah percaya sama elu, buktinya pulpen sebiji aja ditaliin ke meja kan, takut dibawa kabur, hehehe

ya intinya, kalau kita mau ikhtiar, sebaiknya kita nabung, beberapa persen dari penghasilan kita khusus untuk hal-hal yang tidak diinginkan atau musibah yang terjadi pada diri kita masa depan, kalau tetangga, saudara, atau ada orang yang memerlukan bantuan mendadak, ya kasih aja uang kita itu untuk mereka, yakin aja bahwa pertolongan Allah sangat dekat, Allah ngasih kita ujian kan ada ukurannya, Allah juga yang menggerakkan orang lain untuk menolong kita, atau untuk ditolong oleh kita, intinya, tauhid lah yang harus kita tingkatkan.

cara membangun kejayaan

artikel keren hasil nyadur lagi ya…

Setiap manusia menghendaki kemuliaan, kebesaran dan kejayaan. Itu wajar karena ia dilahirkan sebagai makhluk yang dimuliakan. Karena mulia adalah sesuatu yang potensial dalam dirinya, sehingga untuk meraihnya pun sebenarnya tidak sulit.

Manusia

Begitu Manusia lahir ke dunia, ia sudah membawa potensi kebesaran itu. Mengapa? karena :

— Allah telah memuliakannya (Al-Isra : 70)

— Allah melebihkannya atas makhluk yang lain (Al-Isra : 70)

— Allah menundukkan apa yang di langit dan d bumi untuknya (Luqman ; 20)

— Allah memberikan kepercayaan kepadanya untuk mengemban amanah (Al-Ahzab : 72)

Berbagai potensi ini menunjukkan kehormatan dan kebesaran manusia.

Individu Muslim

Di samping potensi umum sebagai manusia, individu muslim memiliki potensi yang lebih besar di banding manusia lain. Sebab, ia dikaruniai Allah aqidah, ibadah, dan ketakwaan. Aqidah membuatnya tidak bertuhan kecuali kepada Allah, Rabb yan telah menciptakannya, memberinya rezeki, melindunginya, dan memberikan kepadanya apa yang ia minta. Aqidah membuatnya bertakwa sehingga kemuliannya semakin bertambah karena yang lebih mulia adalah yang lebih bertakwa.

Aqidah, ibadah, dan ketakwaan menyimpan potensi yang sangat besar bagi kejayaan islam.

Umat Islam

Individu-individu yang memiliki potensi sangat besar tersebut apabila kemudian bersatu dalam barisan, akan melahirkan sebuah masyarakat adidaya yang paling kuat dalam seluruh aspek kehidupannya. Potensi bersama kaum muslimin itu adalah :

— Iman

Iman merupakan azaz yang mendasari seluruh gerak sehingga melahirkan kesatuan ideologis, moral, perilaku dan kekuatan jamaah yang sangat kokoh. Perumpamaan mereka seperti bangunan, seluruh unsur bangunan satu dengan yang lain saling menguatkan.

— Kejujuran

Iman membuat mereka tidak mengucapkan selain kebenaran. Ketika ditanya apakah seorang mukmin berdusta? Rasulullah menjawab, “Tidak mungkin!”.

— Kepercayaan

Kejujuran dalam berkata membuat mereka saling percaya, tidak perlu curiga atau berprasangka buruk kepada sesamanya. Mereka pun akan dipercaya dan mendapat kepercayaan.

— Loyalitas

Di samping karena pola interaksi bersih seperti diatas, Islam juga mewajibkan mereka untuk loyal kepada Allah, Rasul-Nya, dan kaum mukminin.

— Ketaatan

Loyalitas kepada Allah, Rasulnya, dan ulil amri di antara mereka juga merupakan konsekuesnsi iman dan syahadat yang mereka ucapkan. Tidak benar, keimanan yang tidak disertai dengan ketaatan ini.

— Komitmen

Iman yang benar akan melahirkan komitmen Islam yang sangat kuat.

— Pergerakan

Keimanan tidak akan benar apabila tidak disertai dengan gerakan.

— Kekuatan

SDM kaum muslimin adalah lebih dari sepertiga penduduk bumi, sungguh ini kekuatan yang sangat besar. Ditambah lagi SDA yang ada di negeri-negeri muslim, semuanya menjanjikan kejayaan.

misi manusia

ps : ini tulisan nyadur dari buku, kata orang, belajar yang paling efektif itu dengan cara menulis ulang 🙂

Manusia diciptakan untuk ibadah kepada Allah. disamping itu, ia juga mendapat amanah kekhalifahan di bumi. Namun, secara syar’i Allah hanya ridha bila kekhalifahan itu dipegang oleh hamba-Nya yang shalih. Ia harus beribadah kepada Allah supaya menjadi orang yang takwa karena hanya dengan takwa, ia mendapat kemuliaan dan kedudukan yang terhormat. Hanya kekhalifahan yang berwibawalah yang dapat menunaikan fungsinya dengan baik. Misi manusia diantaranya adalah :

– Pemakmur Bumi

pemakmuran itu berupa pembangunan materi yang seiring dengan pembangunan ruhani secara proporsional. Dengan arahan dan syariat yang lurus, pembangunan itu dimaksudkan untuk mencapai peradaban yang bermoral dan moralitas yang berperadaban.

– Pemeliharaan

Keseimbangan alam dan ekosistem yang Allah cipakan bukan sia sia. karena itu, khalifah juga berfungsi untuk menjaga dan memelihara keseimbangan itu secara materi dan ruhani. Kesadaran untuk memelihara keseimbangan ini dilakukan dengan pendekatan targhib dan tarhib. targhib berupa pahala dan balasan yang diberikan kepada yang taat. Tarhib berupa ancaman dan hukuman yang diberikan kepada yang melanggar.

– Perlindungan

Khalifah berfungsi untuk melindungi lima pokok kehidupan yang semuanya adalah hak hak asasi manusia, yaitu : agama (aqidah), jiwa, akal, harta, dan keturunan (kehormatan). Tugas ini sangat berat dan hanya dapat dilaksanakan apabila khilafah memiliki kewibawaan untuk melakukan amar makruf dan nahi mungkar. Makruf adalah hal yang secara umum dipandang, diterima, dan diakui sebagai kebaikan. karena ia merupakan kepentingan umum maka harus diperintahkan dengan bahasa instruksi dan apabila dilanggar konsekuensinya dikenai sanksi hukum. Munkar adalah hal yang secara umum dianggap buruk dan ditolak. karena itu ia harus dicegah dengan bahasa larangan dan apabila dilanggar konsekuensinya dikenai sanksi hukum. Dengan demikian khilafah dapat menunjukkan kebenaran sebagai kebenaran dan menegakkannya di tengan kehidupan. Ia juga dapat menunjukkan kepada masyarakat bahwa kebatilan adalah kebatilan dan menumbangkannya bersama mereka.

Tugas-tugas ini hanya dapat ditunaikan apabila khilafah memiliki kekuatan. Karena itu menyiapkan kekuatan pun menjadi wajib hukumnya :

“Dan siapakanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambatkan untuk berperang (yang dengan itu) kalian menggetarkan musuh Allah, musuhmu, dan pihak-pihak selain mereka yang tidak kalian ketahui, sedang Allah mengetahuinya” (Al – Anfaal : 60)

Adapun anasir kekuatan islam adalah :

– kekuatan aqidah
– kekuatan akhlak
– kekuatan jamaah
– kekuatan ilmu
– kekuatan harta
– kekuatan jihad

Umat islam dengan anasir kekuatan diatas pernah mengalami kejayaannya dalam kurun waktu yang sangat panjang. Kemunduran mereka disebabkan karena mereka telah meninggalkan Islam. Keunggulan islam tertutup oleh penganutnya sendiri.

bagannya sebagai berikut :

membangun harga diri :

1. manusia -> (dimulikan, dilebihkan,diperuntukkan, dipercaya) -> kejayaan manusia

2. individu muslim -> aqidah > ibadah > takwa > kejayaan islam

3. umat islam –> iman, jujur, percaya, loyalitas, ketaatan, komitmen, pergerakan, kekuatan –> kejayaan jama’ah

ilmu

menarik memang kalo ngomongin masalah ilmu 😀

jadi begini, budi adalah seorang anak yang memiliki orang tua yang sangat sayang kepadanya dan juga kaya raya, karena sudah beranjak remaja, budi meminta kepada orang tuanya untuk dibelikan sebuah mobil sport. sebagai orang tua yang baik, apakah yang akan dilakukan orang tua budi?

1. membelikan budi mobil tersebut, lalu membiarkan budi mengendarai sesuka sukanya dengan resiko kecelakaan, iyalah budi kan belum bisa bawa mobil.

2. mengajari budi cara mengendarai mobil dengan baik dan benar, ngasih tau ilmunya dululah, kalo ilmu mengendarai mobilnya udah oke baru dibeliin mobil.

udah tau lah ya pasti opsi kedua jawabannya,

nah, budi adalah kita, orang tua budi adalah Allah (maksudnya analoginya ya), mobil sport yang budi minta adalah kesuksesan (yang saat ini cenderung berupa kekayaan 😀 ) yang kita minta.

kalau kita belum menguasai ilmunya untuk sukses dan kaya, ya pasti Allah ga akan kasih lah ke kita. kenapa? karena Allah SWT sayang sama kita, Allah lebih tau, bisa aja dengan kekayaan yang kita belum siap malah akan menjadikan kita banyak bermaksiat, menjadikan kita sombong, menjadikan kita malah semakin jauh darinya. alhamdulillah Allah masih sayang sama kita.

tapi karena kita kekeuh usaha minta minta terus, ya Allah akhirnya ajarkan kepada kita pelan pelan ilmu untuk jadi orang sukses, namanya belajar ya banyak susahnya lah ya, yaa dengan kegagalan – kegagalan, dengan ujian ujian, dengan yang pait pait lah pokoknya, sampai kita siap suatu saat nanti. yang ga usaha ya ga tau lah ya.

nah jadi point nya kita harus memantaskan diri dengan banyak banyak mencari ilmu, ga cuma ilmu untuk kaya aja, tapi ya yang lain lain, masak kita idup untuk kaya doang, kaya mah pasti lah entar, kaya itu syarat, bukan tujuan akhir, kaya itu syarat dan sarana untuk mewujudkan goal akhir kita, apa goalnya? nanti deh ya dikasih tau 😉


sponsor

twitter.com/pipinpramudia

  • Page copy protected against web site content infringement by Copyscape
  • KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia Add to Technorati Favorites Locations of visitors to this page